Konsultasi Gratis


INGIN DI RUQYAH ATAU PELATIHAN RUQYAH SILAHKAN HUBUNGI
Muhammad Hafidz
No Telp 08984754048 / 085717292643 ( WA )

Meruqyah anak seorang ustadz yang terkena ain

Meruqyah anak seorang  ustadz yang terkena ain 

Oleh muhammad hafidz

Dalam dunia ruqyah syariyyah kita mengenal namanya penyakit ain , dan tidak semua orang mengetahui perihal penyakit ini, bagaimana pencegahannya dan pengobatannya, bahkan jika orang itu seorang ustadz. Karena seorang ustadz juga manusia yang hanya mengetahui satu hal dan tidak mengetahui hal lainnya dalam sisi ilmu pengetahuan. Dan mempunyai bidangnya masing2. 

Seorang ustadz datang ketempat kami , dan bercerita tentang anaknya yang setiap hari selalu menangis pada waktu malam, ini adalah salah satu ciri anak terkena ain, kemudian ustad ini pun sudah meruqyah anaknya dan tidak ada perkembangannya, akhirnya diagnosa pun kami kembangkan , kami bertanya kepada ustaz tersebut apakah anak ketika menangis juga mengamuk? Kemudian beliau menjawab iya, hal ini menunjukkan bahwa sannya anak terkena ain jin dari orang tuanya yang punya jin keturunan. 

Setelah proses diagnosa dan putuskan bahwasanya  yang di ruqyah tidak hanya anaknya saja, tapi juga ibunya yang punya jin keturunan. 

Kemudian kami bacakan ayat-ayat Alquran kepada ibu dan anaknya, saat proses Ruqyah berlangsung Ibu tersebut merasakan sakit di kepalanya, yang kemudian berpindah ke punggungnya ke kepala sebelah kanan sampai akhirnya beliau pun muntah-muntah, setelah muntah-muntah beliau merasakan sakitnya berpindah kembali ke perut dan ke punggung sampai akhirnya semua gangguan yang beliau rasakan hilang dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala.

Keesokan harinya kami menanyakan kepada ustaz tersebut bagaimana perkembangan anaknya dan Alhamdulillah beliau mengatakan bahwasanya anaknya sudah tidak menangis lagi dengan izin Allah subhanahu wa ta'ala

Muhammad hafidz 
08984754048

Silahkan di share, semoga bermanfaat 

Kisahruqyah.com 
Pusatruqyahbekam.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELEMAHAN TUKANG SIHIR

DIALOG DENGAN JIN MUNAFIQ