Konsultasi Gratis


INGIN DI RUQYAH ATAU PELATIHAN RUQYAH SILAHKAN HUBUNGI
Muhammad Hafidz
No Telp 08984754048 / 085717292643 ( WA )

kisah ruqyah h.moekidi

■Kisah Ruqyah Putri H Moekidi■

oleh ust mudzkair abu ilham

Saat itu ada seorang bapak {sebut saja namanya H Moekidi). Beliau seorang Pegawai Pemkab. Maksud kedatangan beliau mengantar putrinya ruqyah yang katanya kena sihir Mahabah/pelet.

Setelah saya kasi penjelasan tentang bahayanya sihir Mahabah dan cara menangkalnya kemudian kita lanjut dengan ruqyah. H Moekidi duduk dekat  putrinya dengan posisi sedikit menghadap kearah putri tercintanya. Padalah sebelumnya saya persilahkan untuk sedikit menepi biar tidak mengganggu jalannya terapi ruqyah.

Dengan dalih ingin membantu memegangi tempat muntahan buat putrinya, maka H Moekidi itu tetap berada disamping putri tercintanya.

"Nggih sampun menawi ngoten",bisik saya lirih.

Bacaan do'a - do'a mukadimah ruqyah kita mulai kemudian lanjut dengan membaca ayat - ayat ruqyah. Baru beberapa menit saya membaca ayat - ayat ruqyah putrinya terdengar batuk - batuk kecil kemudian muntah. Sejurus kemudian tubuh putrinya sedikit bergetar, lalu terdiam dengan tangannya meraih tisyu untuk ngusap mulutnya dari muntahan.

Bacaan ayat - ayat ruqyah saya lanjutkan. Terdengar suara auman begitu berat. Dengan terus membaca ayat - ayat ruqyah sepintas saya mencari sumber suara itu.

"Astaghfirulloh",bisik saya.

Ternyata yang mengaum adalah H Moekidi, sedangkan putrinya tetap duduk terdiam. Dengan posisi setengah duduk tangan H Moekidi terlihat mencengkeram karpet begitu kuatnya dengan wajah memerah bergetar hebat sehingga otot - ototnya terlihat menegang. Sempat terjadi dialog dengan Jin berwujud harimau yang bercokol ditubuh H Moekidi. Jin itu menuturkan kalo dia sudah hampir 20 tahun berada ditubuh H Moekidi. Dulunya dia penunggu gunung Merapi. Jin itu sengaja dimasukkan oleh seorang dukun asal Bantul supaya menjaga serta membantu H Moekidi untuk tujuan tertentu.

Akhirnya H Moekidi saya sadarkan dengan menepuk pundak dan memanggil - manggil namanya.
H Moekidi terlihat tertunduk malu dengan memegangi dahinya yang sedikit pusing kemudian duduk sedikit menjauh dari putrinya. Ruqyah untuk sang putri saya lanjut hingga selesai dan akhirnya mereka berdua pamit untuk pulang.

Sebelum pamit saya sarankan supaya minggu depan ruqyah di ulang satu kali lagi supaya putrinya sembuh sempurna. Mereka berdua menganguk kemudian pamit pulang.

Setelah satu minggu sesuai dengan saran saya ternyata mereka tidak datang. 1bulan,....2 bulan,... hingga sampai berbulan2 mereka tidak juga menampakkan diri.

"Mungkin putrinya sudah sembuh hingga tidak perlu lagi melanjutkan terapi ruqyah",pikir saya.

Beberapa hari yang lalu ketika saya silaturrahmi ke rumah teman seorang anggota Dewan tanpa sengaja ketemu dengan H Moekidi.
Beliau terlihat sangat terkejut dengan kehadiran saya. Dengan wajah sedikit malu beliau menyapa dan menjabat tangan saya.
H Moekidi bilang sampai saat ini belum bisa silaturrahmi ke tempat saya karena beberapa kesibukan di kantor. Insya Alloh kalo sudah ada waktu longgar beliau mau silaturrahmi ke tempat saya.

"Silahkan pak, pintu saya selalu terbuka untuk siapapun, termasuk untuk panjenengan",jawab saya sedikit berbasa basi.

Hingga minggu berganti bulan ternyata H Moekidi tidak juga datang ke tempat saya.

Yo wes rak po po, mungkin H Moekidi malu dengan saya.

Ruqyah ora dosa, malah dapat pahala kok malu, tapi korupsi yang jelas2 dosa saja tidak malu.
(Ehh....ma'af keceplosan.he,he}

Comments

Popular posts from this blog

meruqyah masturbasi

Meruqyah orang bisa elmu trawangan