Seri Tanya Jawab seputar Nafs (Jiwa/Sukma)

Seri Tanya Jawab seputar Nafs (Jiwa/Sukma)

Tanya Jawab Ustadz Riyadh Rosyadi dengan anggota group whatssApp Terapi Quran yang beliau asuh.


PERTANYAAN 1:
Ustadz maksud sukma itu jiwa ya ustadz?

JAWAB:
Iya. Tepatnya bagian-bagian dari jiwa (nafs).
Jiwa itu satu. Terdiri dari bagian-bagiannya yang banyak sekali sejumlah fungsi-fungsi di dalam tubuh kita.

Ada juga bagian nafs yang melekat dengan nyawa, contoh fungsi otot-otot syaraf otonom: Jantung, pupil mata, dsb.

Dan nyawa itu letaknya ada pada ruh kita. Jika ruhnya ditarik maka nyawanya juga melayang. Sedangkan jiwa atau nafs yang ketarik maka dia bisa tidak sadar walaupun masih hidup.
_______


PERTANYAAN 2:
kalau nafs yang diambil oleh jin, bagaimana keadaan manusianya? Apa tidak sadar?

JAWABAN:
Tergantung yang diambil itu yang bagian mananya. Apakah sukma yang primer/sekunder atau keseluruhannya secara utuh.
Kalau keseluruhan, iya bisa tidak sadar.
_________


PERTANYAAN 3:
Oya Ustadz, setelah beberapa kali mengulang materi tentang sukma, ada beberapa kesimpulan yang muncul. Mohon diluruskan jika salah.

1. Semua bentuk perjanjian dengan jin, akan menuntut manusia (yang melakukan perjanjian) untuk menggadaikan sukmanya.

2. Sukma ini termasuk dirinya dan keturunannya (kasab dan nasab).

3. Besarnya sukma yang digadaikan bergantung pada seberapa besar nilai Kontrak perjanjian tersebut.

4. Mengapa jin menginginkan sukma? Saya mengaitkan dengan sejarah terusirnya iblis dari surga, dan ia bersumpah untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya manusia untuk menjadi temannya di neraka (satu-satunya alasan iblis minta diberi tangguh oleh Allah).

5. Dengan tergadainya sukma, maka jin mempunyai porsi penguasaan atas alam bawah sadar manusia dan dengannya akan berpeluang lebih besar mengarahkan alam sadar manusia untuk menjadi pengikut kekafiran.
(Ini juga saya kaitkan dengan hadits yang pernah Ustadz sampaikan tentang jin yang berusaha menyesatkan seorang ahli ibadah).

Apakah benar demikian Ustadz?


JAWABAN:
Iya. Betul sekali.
Untuk yang no. 4 saya tambahkan,
Sukma-sukma (baik hewan atau manusia) yang dipersembahkan (ditumbalkan) itu menjadi sumber tambahan energi bagi mereka.

Sebagaimana sesaji (sajen) dalam bentuk lainnya. Hanya saja sukma lebih berkualitas. Sukma manusia lebih berharga daripada hewan. Jika tumbalnya nyawa berarti kemungkinan sukmanya (nafs) secara utuh mereka dapatkan.

Dengan menyesatkan sebanyak banyaknya maka peluang persembahan, kontrak perjanjian juga semakin banyak. Dan itu artinya jatah energi mereka semakin besar.
__________


PERTANYAAN 4:
Misalnya, ada seorang yang melakukan perjanjian dengan jin, bisakah ia menumbalkan nyawa orang lain (keturunan, orang serumah, dll) sekehendak hatinya?

Atau kah ada batasan tertentu?

Misal, seorang yang meminta pesugihan, maka ia hanya bisa menumbalkan nyawa orang yang ikut memakan harta dari pesugihan tersebut.


JAWABAN:
Iya. Itu sangat mungkin dan banyak sekali terjadi. Menumbalkan:
Keluarganya,
Keponakannya,
Menantunya,
Karyawannya,
Bahkan hingga rakyatnya sendiri.
___________


WaLLaahu a'lam.

Comments

Popular Posts