Saturday, October 4, 2014

Ruqyah Jin Perusak Hubungan dan Khodam


Ruqyah Jin Perusak Hubungan dan Khodam
=====================================
Setelah menghadiri penyerahan bantuan hewan kurban dari sejumlah perusahaan kepada kampung binaannya. betapa kagietnya saya, ternyata kesibukan di lapangan membuat sy tak menyadari 7 panggilan tak trjawab d hp. Baru saya sadari saat akan solat zuhur dan memastikan hp dlm mode silent. Karena imam sudah memulai takbiratul ula. Saya putuskan untuk mencoba menghubungi balik ba'da solat zuhur saja.
Singkat cerita saat sy telp balik, ternyata itu adalah no warga Kecamatan Sambaliung yg meminta agar meruqyah sepupu istrinya yg kesurupan.
"Tadi sepupu istri saya kesurupan, kami kualahan menanganinya, dia mengamuk2"
"Sekarang keadaannya bagaimana?"
"Masih kesurupan dri jam 10 tadi, bisa tolong diobati pak?
"Baiklah kita ruqyah, di mana alamatnya pak"
"Di dekat Mapolsek Sambaliung, kita ketemu di samping Mapolsek saja, nanti saya jemput"
"Baik"
Ssampai di TKP, saya pun langsung diajak masuk di rumah kayu yang cukup panjang. Di dalam nampak ada seseorang ustadz, sangat jelas dengan pakaian takwa yg ia kenakan dengan atribut lainnya seperti sorban. Saya pun hanya menyapa dengan semyuman dan salam. Dalam hati bergumam "pasti beliau juga dipanggil untuk menangani" pikir saya.
di ruang berukuran sekitar 4x4 nampak ibu2 dan bapak2 berkumpul sementara seorang pemuda inisial Hr terbaring lemah tak berdaya sambil menahan sakit di bagian dada, dengan nafas yang terengah-engah.
"Ini dia orangnya pak?"
"Oh.. apa yang sampean rasakan sekarang mas?"
"Dada saya sakit"
"Sampean ini pernah belajar tenaga dalam ya?"
"Iya mas"
"Tenaga dalam apa?
"Saya berkhodam"
"Astagfirullah, sampean harus bertaubat. Sebelumnya mari beristigfar" saya pun mndakwahinya agar kembali bertauhid dan mengajaknya mengucapkan ikrar pemutus hubungan dengan jin yg dipakai khodam.
Menurut Hr dia belajar tenaga dan meminta khodam agar mendapat perlindungan. Syarat yg harus ia lakukan adalah menjaga ibadah, tidak bokeh maksiat, hindari berdusta, dan puasa mutih. Saya tegaskan bahwa ibadah yg ia lakukan adalah bentuk ketaatan pada Iblis karena niatnya bukan karena Allah.
Sebagai hamba tugas kita adalah beribadah, niat lillahi ta'ala. Setelah ibadahnya sudah benar silahkanlah berdoa dan yakin akan Allah kabulkan. Ibarat bekerja, kerja dulu baru dapat upahnya. Jangan dicampur2. Adapaun keutamaan fadilah dari ibadah tersebut pasti akan Allah berikan jika ibadah kita sudah benar dengan niat yg lurus dan ikhlas. Ingat lah Sabda Nabi Muhammad SAW: " inna 'a malu biniat". Segala amal perbuatan tergantung niatnya. Jika yg kita kejar dunia, maka kita akan mendapatkannya tapi tdk akan mendapatkan akhirat (ridho Allah). Jika yg kita kejar akhirat, maka dunia pasti kita dapat, karna kita memang sedang menjalani hidup di dunia. Saya analogikan dunia ibarat rumput, akhirat ibarat padi. Barangsiapa yg menanam padi maka rumput pasti ikut tumbuh. Barang siapa menanam rumput maka padi tdk akan tumbuh.
Singkat cerita, saat diruqyah jin meraum-raum kepanasa. Tetangga yg menyaksikan mencoba menangkapnya namun saya minta agar dilepas saja. Akhirnya jin yg mengaku Islam tersebut tak berdaya mendengar lantunan ayat suci Alquran yg membuat ia kepanasan. "Ampun.. panas...". Kedoknya pun terbongkar saat saya bacakan QS Al Kafiruun. "Ampun, ia saya kafir. Saya hanya disuruh org untuk merusak rumah tangganya". Benar saja, menurut kakak Hr dan istri memang seribg bertengkar. Bahkan saat ini sang istri pulang ke rumah orangtuanya karna bertengkar hebat dengan Hr.
"Baiklah, saya kasih kesempatan kamu untuk bertaubat, berjanjilah kamu tidak akan merusak rumah tangga manusia lagi. mau masuk Islam tidak"
"Ia pak, tolobg doakan saya.... ujar jin sambil menangis"
Akhirnya setelah bersyahadat dan bersumpah jin keluar. Cara keluarnya agak unik, dengan salto hingga membuat orang2 di ruangan itu kaget.
Tidak cukup sampai di situ saya juga meruqyah jin khodam yg ada ditubuhnya. Saat diruqyah tangan Hr bergerak sendiri, kakinya keram. Tangan yg berusaha meraih wajah saya itu seketika melemah setelah saya tiup, atas ijin Allah.
"Apa yg sekarang sampean rasakan?"
"Takut mas, jangan takut, takut lah hanya pada Allah" saya pun memeperingatkan jinnya agar segera keluar sebelum saya bacakan ayat Alquran. Uwekk.. Ayah 1 anak ini pun muntah2. Badannya lemas dan sakitnya hilang bersama rasa takutnya. Alhamdilillah, semoga diberikan kesembuhan yg sempurna. Dan semoga hubungannya dengan istri yg sering bertengkar harmonis kembali.

No comments:

Post a Comment

kesaktian berbuah penyakit

Ilmu kesaktian berujung penyakit ----------------------------------------------------- Oleh : Nopri Ardy Abdullah (Pejuang Ruqyah Syar...