Tuesday, October 7, 2014

Meruqyah pasien yang pernah ke dukun


Bismillahirrahmanirrahim
Sehari menjelang hari raya 'idhul adha, nawaw bawani temen di FB ngasih kabar, bhw ada orang ciawi yg minta nmr hp ku. Esok harinya, orang yg dimaksud Nawaw menghubungiku lewat telepon. Ia menceritakan tentang kakak perempuannya yg sejak pernikahan terus menerus dirundung sakit. Dan yang paling parah setelah setahun ini. Bahkan kata beliau, kini ia sdh seminggu tak makan dan minum, hingga badannya semakin lemah dan kurus.
Di ahir cerita, ia memohon spy aku meruqyahnya. Tapi aku katakan bhw aku sdh ada jadwal di ciamis. Tapi ia memohonku utk mendahulukan kakaknya, krn penyakitnya yg mencemaskan. Selain itu, suami si pasien esoknya akan kemnali berangkat kerja keluar kota. Ahirnya, aku katakan bhw keputusannya tergantung kompromi dg orang ciamis. Nmn Alhamdulillah, bhw orang Ciamis gak ada ngontak hingga duhur, mungkin krn lupa atau sibuk ngurus perayaan qurban.
Stelah duhur, aku beserta Kho Abuy berangkat ke lokasi. Tak lama, hanya sekitar 20 menit.
Karena inti persoalannya sdh disampaikan lewat telepon, Kami pun tak terlalu banyak tanya itu dan ini. Lalu, kami pun menyarankan utk supaya segera dilakukan proses ruqyah.
Tak lama berselang, datanglah si pasien dipapah oleh saudaranya. Masya Allah, badannya benar2 kurus sekali, hingga aku sempat terenyuh.
Stelah si pasien ditidurkan, Kami pun meruqyahnya. Stelah lima menit proses ruqyah berlangsung, terdengar isak tangis seluruh keluarganya. Bkn krn gangguan jin, melainkan krn rasa iba thd saudarinya yg tergeletak tak berdaya. Suasana spt itu, benar2 mempengaruhi bacaan quranku menjadi larut dlm kesedihan. Dan itu, semakin menambah sedih suasana.
Tak kurang dari 5 menit, si pasien meringis. Ia mengatakan rasa panas dipunggungnya. Setelah itu, aku bacakan tiga qul, lalu setelah kutiupkan ke telapak tangan, aku usap2kan kepunggung si pasien. Ajaib, si pasien menjerit, dan melihat ada yg keluar dari tubuhnya. Nmn celaka, stelah keluar dari pasien, si makhluq pengganggu tsb masuk menyerang adiknya yg menelponku. Akibatnya, ia muntah-muntah spt orang yg ngidam. Tak lama kemudian, dua kakak perempuannya bereaksi sama. Mrk sama2 muntah. Bahkan yg satunya, diiringi dg ketawa2 membikin keluarga yg hadir menjadi heran dan takut.
Sesaat aku hentikan proses ruqyah. Lalu aku bertanya; " Ada apa dg rumah ini, apa ada yg ditanam? Atau ada barang2 pusaka yg dipelihara?", tanyaku.
si bapak yg menjadi kepala rumah tangga mengatakan, bhw barang2 pusaka sdh dibuang. Cuman katanya, ia pernah mengubur telur angsa pas dipintu masuk. Dan setelah sibapak menjelaskan hal itu, sepontan salah seorang yg kerasukan dari mrk tertawa, menangis dan berkelojotan. Ahirnya, aku sarankan utk membongkar dan memusnahkan telur angsa tsb.
Stelah dibongkar, ternyata hanya ada kain pembungkus telor saja. Telurnnya entah kemana, gak tersisa sekalipun hanya kulitnya.
Setelah membakar bungkus telor angsa, dan menyiram tempat menanam telor tsb, proses ruqyahpun dilanjutkan. Sipasien yg menjadi tujuan inti pengobatan, tiba2 wajahnya menjadi cerah dan merasa segar katanya. Dan masya Allah, setelah seminggu gak makan dan minum, ahirnya ia mau juga. Nmn proses ruqyah tentu saja tak cukup sekali, terlebih melihat kondisi pasien yg tak hanya lemah secara pisik, tapi juga mental. Dan sebelum pulang, aku nasihat keluarga tsb semuanya, utk tidak meminta pertolongan dan perlindungan dg cara yg menyelisihi syari'at. Dan terahir, akupun memberi rekaman audio ruqyah mandiri, supaya didengarkan oleh mrk semua.
Shahabat semua, Kami hanya ingin do'a dari semuanya, semoga pasien yg memiliki anak yg masih kecil tsb cepat disembuhkan oleh Allah Ta'ala, aamiin. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

No comments:

Post a Comment

kesaktian berbuah penyakit

Ilmu kesaktian berujung penyakit ----------------------------------------------------- Oleh : Nopri Ardy Abdullah (Pejuang Ruqyah Syar...