Thursday, August 14, 2014

Ruqyah Adik Kakak, Indigo dan Kebencian Jiwa


Ruqyah Adik Kakak, Indigo dan Kebencian Jiwa
=================================
Awalnya hanya konsultasi melalui hp. Alhamdulillah, Allah berkenan mempertemukan saya dengan Yt, anak indigo asal Kota Tarakan, Kalimantan Timur.
Dara yang baru lulus SMP ini, awalnya tak menyadari bahwa apa yang ia alami adalah gangguan jin. Hal itu ia sadari setelah Yani (bukan nama sebenarnya), kakak Yt yg sedang kuliah di salah satu kampus di Berau menceritakan keadaan adiknya yg kerap melihat penampakan makhluk gaib.
Yani memang bertekad membawa adiknya ke Berau untuk melanjutkan sekolah.
Setelah berada di Berau, Yani menghubungi saya dan meminta agar meruqyah adiknya di Masjid Agung Baitul Hikmah. Sesuai kesepakatan, ruqyah pun dilakukan di masjid termegah di Kabupaten Berau itu, sekitar pukul 14.00 Wita.
lantunan ayat suci Alquran yang merdu (menurut saya pribadi),malah membuat setan yg ada ditubuh Yt kesakitan. Tak tahan mendengarkan firman Allah tentang ajab, ia pun menutup kedua telinga dengan tangannya.
Saya dekati Yt untuk menempelkan jari tauhid ini, namun ia selalu menghindari dengan berlenggok-lenggok ke sana kemari.
“Jangan tutupi telinganya, atau saya potong tangan kalian ya ma’ syaral Jin, saya bacakan 1 ayat Alquran saja, kamu bisa terbakar, kamu tidak berdaya melawan ayat Allah, takut lah pada Allah”
Ia pun menurunkan tangannya.
“Bagus, kamu jin dari mana”
Diam
“Kamu ketuanya”
“Bukan”
“ada berapa jin di tubuh ini, dan apa agama kalian?”
“Ada 3, kami Nasrani”
“Mana ketuanya?”
“DI sana, dia lari” sambil menunjuk, ke belakang.
“Kenapa, apa dia lari?”.
“Takut”.
“Lalu kenapa kalian tidak lari? Apa kalian tidak takut? Berani, mau melawan? Saya bacakan ayat Allah kamu akan terbakar. Mau?”
“Tidak, ampun”
“kalau begitu takutlah kalian pada Allah, bertaubatlah, sesungguhnya tidak diciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah Allah, dan jalannya hanya satu, melalui agama Islam, tidak ada agama yg diridhio Allah selain agama Islam. Mau masuk Islam tidak?
Mengangguk.
Setelah di saya bimbing bersyahadat dan diambil sumpahnya, jin pun memilih keluar melalui kaki dan saya bantu dengan Alfatihah.
Memang tabiat jin pendusta, ternyata ia hanya pura-pura keluar. Alhamdulillah, Allah memberikan kepekaan hati, hingga hati ini yakin bahwa jin masih ada di tubuhnya. Saya dekati ia, sambil membaca surah Al Hasyr:21, dan mnusukan jari tauhid ini di punggung kirinya. Yt kembali bereaksi.
“Ampun..” ujar jin ditubuhnya, merintih kesakitan.
“Kenapa kamu belum keluar”
“Saya sudah senang ditubuhnya”
“Tenpat kamu bukan ditubuh manusia, kalau tidak keluar kamu akan mati, Insya Allah, Biidznillah. Sekarang juga keluar! Ukhruj aduwallah!” uwek… Yani segera menyambut muntah Yt dengan kresek yg sudah ia siapkan.
Tubuhnya terasa ringan. Insya Allah, Yt sudah tidak bisa melihat penampakan. Saya ajarkan ia ruqyah mandiri, mewajibkan agar mengawali aktivitas dengan basmallah, menghindari kebiasaan melihat aurat di cermin, dll.
Tiba-tiba Yani pun ingin diruqyah, namun oleh peruqyah akhwat. Saya pun mengajaknya ke rumah peruqyah akhwat jebolan Rehab Hati Quranic Healing, Sinta Oktriani.
Singkat cerita, tiba di rumahnya Yani pun diruqyah. Namun reaksinya Yani merasa sakit kepala yg amat sangat, hingga ia menangis sejadi jadinya. Jin pun enggan berbiacara melalui lisannya. Kemudian Ukh Sinta mempersilahkan saya meruqyahnya.
Pengalaman saya, menangani pasien yg bereaksi kesakitan dan jin tak mau keluar, karena pasien memiliki salah/dosa dengan orangtua atau keluarga. Kadang karena dendam pada seseorang. Benar saja, saat saya tanyakan, apakah dia memiliki salah dengan orangtua? Sambil tersedu-sedu ia mengatakan, “Bibi saya, dia suka marah-marah”
“Hilangkan dendam dan kebencian di hatimu, maafkanlah ia, dan berniatlah minta maaf padanya, bersikaplah lembut maka hatinya akan luluh. Setan di tubuhmu akan sulit dikeluarkan jika engkau masih zolim. Iklaslah, iklas Allah sebagai Tuhanmu, Islam sebagai Agamamu, dan Nabi Muhammad sebagai Rasulmu”.
Kemudian lakukan Psikotrapy ruqyah agar hatinya tenang, saya maklumkan keadaannya yg selama ini numpang bersama bibinya, harus sabar dan memang tidak mudah. Yt yg mengetahui betapa berat beban yg diderita kakaknya pun ikut menangis.
Sudah cukup lama Yani memendam amarah dan kebencian pada bibinya, hingga setan (jin jahat) pun mudah menguasai hati dan pikirannya.
Kemudian saya membimbingnya agar beristigfar, saya bacakan QS Yunus:57 3x dan Al Israa:82 3x dengan niat menenangkan hatinya. Alhamdulillah ia merasa lebih tenang.
Barulah ruqyah dilanjutkan. Atas izin Allah sakitnya hilang, hatinya lebih tenang, badan terasa lebih ringan, tentunya ia pun lebih dekat dgn Alquran dan tertarik belajar ruqyah.

No comments:

Post a Comment

pelatihan ruqyah bekasi

*PELATIHAN DAN PENGOBATAN RUQYAH SYAR’IYYAH GRATIS  BOJONG SARI - DEPOK , BABELAN -BEKASI, CIPETE - JAKSEL* *Komunitas Cinta Ruqyah (KCR) T...