Monday, August 18, 2014

Kekejian Uskun ( USTADZ DUKUN ), Tak Sadar 11 Bulan Mayat Ibu Terlantar

Kekejian Uskun, Tak Sadar 11 Bulan Mayat Ibu Terlantar
============================
Alhamdulillah, malam tadi saya meruqyah seorang akhwat inisial Ir yg gangguan jin, korban kekejian salah seorang Ustaz Dukun (uskun) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kisah Ir ini pun telah terekspos media baik cetak maupun elektronik.
Menurut Ir dirinya seperti dihipnotis oleh sang dukun, hingga tak sadar bahwa ibunya telah meninggal sejak 11 bulan lalu. Tentu saja setelah mengetahui hal itu ia histeris, sedih berlebihan merasa bersalah. Setan pun memanfaatkan kondisinya merasuk dalam jasadnya, membuat ia trauma, suka menyendiri, karakter yg tadinya ceria ini seketika menjadi pribadi yg pendiam dan murung.
Awalnya ia diruqyah oleh Ustaz Jul Amri Putra. Malam ni adalah ruqyah yg kedua dan saya dipersilahkan meruqyah Ir. Saat diruqyah oleh Ustaz Jul Amri, Irma merasa sakit d seluruh badannya, terutama d bagian leher, hingga ia menangis.
Saya pun mengawali ruqyah dengan tazkiyatun nafs. Dan mengajaknya mengingkari semua benda2 pusaka yg diwariskan jika memang ada dan mengikrarkan pemutus hubungan dengan jin yg mungkin pernah dilakukan oleh leluhurnya.
Alhamdulillah saat diruqyah ia muntah2, sakitnya hilang, dan badan terasa ringan.
Saya pun mengajarinya ruqyah mandiri dengan air dan teknik usapan. Mengingatkan 4 pintu masuk setan yg harus dihindari, yakni rasa takut, sedih, marah, dan melamun. Kemudian hal apa yg harus dilakukan jika rasa itu menghampiri. Tentu saja tidak mudah bagi Ir untuk melupakan kejadian tersebut. Bagaimana kisahnya?
Beberapa waktu lalu, negeri ini dihebohkan dengan mayat yg ditelantarkan di rumah
salah seorang dukun di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, selama 11 bulan. Konon hal itu berawal saat mayat yg bernama Hajah Asma (40) berobat ke Ustaz Dukun (Uskun) bernama Marhabang (41) untuk penyembuhan sakit asma yg diderita nya.
Awalnya ia berobat bersama adiknya yg berada di Soppeng dan sembuh. Namun sakitnya kembali kumat setelah ia kembali ke Kabupaten Berau, Provinsi Kaltim.
Kemudian Asma kembali dibawa berobat ke Marhabang. Namum bukannya sembuh, Asma malah meninggal. Setelah mengetahui Asma meninggal, keluarga termasuk anaknya bernama Ir tidak lekas mengubur jenazah sang ibu. justru membiarkan jenazah di rumah dukun lantaran mereka percaya bahwa jenazah sang ibu kelak akan hidup kembali. "Kata dukunnya ibunya hanya mati suri," ujar Bibi Ir yg mendampinginya.
Ir yg mendapat kabar ibunya tengah sakit dan dirawat di rumah dukun pun menyusul ke Soppeng. Sampai di bandara Ir malah dijemput oleh Marhabang, saat itulah ia dihipnotis. Hingga ia tidak menyadari bahwa ibunya sudah meninggal.
Selama 11 bulan Ir tinggal d rumah Marhabang, hingga berhenti bekerja dan anehnya ia merasa ibunya masih hidup padahal tidak pernah berkomunikasi. Sementara di rumah Marhabang, dukun berkedok ustaz ini sering digelar pengajian dan zikir-zikir.
Akhirnya kasus terendus
setelah keluarga lainnya menanyakan kondisi Asma ke keluarga yang menunggu Asma di rumah dukun.
Ketika keluarga menyatroni rumah dukun, ternyata Asma sudah tidak bernyawa dan sudah dibiarkan selama 11 bulan dengan kondisi tinggal tengkorak, tulang belulang
dan rambut.
Semoga dapat diambil pelajaran.
Berau, 18/8/2014.
berita terkait m.merdeka.com/peristiwa/yakin-hidup-lagi-mayat-ibu-disimpan-anak-di-rumah-dukun-soppeng.html

No comments:

Post a Comment

ustadz istri saya di pelet

ustadz istri saya di pelet oleh muhammad hafidz saat kami menerima telp , ustadz tolong saya , istri saya di sihir pelet sehingga suka jal...