Friday, May 23, 2014

Pengalaman meruqyah di malaysia

Nuruddin Al Indunissy
5 jam · Disunting · 
Suka senyum-senyum sendiri teringat kisah teraphy ruqyah pertama di Tawau, Negeri Sabah - Malaysia beberapa waktu lalu. Saya bacakan al Qur'an dengan khusyuknya hingga menangis, berempathy dan berupaya keras menteraphy mereka dari musibah saka yang membuat mereka terjerembab dalam penyakit-penyakit kronis yang aneh, seluruhnya patuh mengikuti arahan tapi wajah mereka kosong dan tidak ada satupun yang reaksi.
Artinya, al Qur'an ini belum ber-efect kepada jasadnya. Bacaan saya seakan membentuk tembok. Dan saya mulai salah tingkah dan bertanya,.
Semula saya berfikir ada kendala bahasa, namun sebenarnya bahasa negeri sabah tidak jauh beda dengan Indonesia. Bahkan mereka sesekali riuh tertawa mendengarkan selaan candaan saya saat menyampaikan teori "Bagaimana Al Qur'an Menyembuhkan?" dan hampir seluruh materi konsep kesembuhan RHQ dengan system Tazkiyyah, Ruqyah dan Hijrah.
Namun hasilnya, sore menjelang malam itu saya membuka mata dan mencari tisue untuk mengusap air mata yang banjir dan mendapati tak satupun dari mereka bereaksi atau menangis. Malah mereka menonton saya?
Saya harus ubah strategy!
Tidak mungkin ada penyakit yang mampu bertahan dihadapan kepada Al Qur'an?
Akhirnya saya teraphy satu-persatu hingga lewat tengah malam, memang agak letih mengingat saya lagi flu pula. Badan saya masih drop semenjak ngisi acara pelatihan 2 hari di Surabaya dan RehabHati level 2 di Malang sebelumnya. Namun alhamdulillah, semua jiwa itu menyimpan rahasia. Ada yang pingsan, muntah darah dan 87% sembuh dari keluhan mereka saat itu. Meskipun tidak ada jaminan musuh-musuh Allah itu tidak akan kembali lagi.
Besoknya, saya deklarasikan permusuhan dengan jin saka (jin keturunan leluhur mereka) dan mengajak mereka berikrar untuk memutuskan seluruh perjanjian dan ikatan dengan bangsa jin. Kemudian teraphy lagi untuk yang ke 5 kalinya di hari ke 2 itu, hasilnya memukau jin saka itu mulai berdatangan dari qalbu mereka dan mulai merasuki jasad mereka, dan tentu saja kena sembelih tanpa ampun!
Adzan maghrib dari masjid al Kautsar mulai terdengar, selepas shalat acara dilanjutkan dengan self healing dan diskusi Interaktif hingga isya. Rencananya malam selepas isya akan dilanjut teraphy yang ke enam!
Dan Adzan isya pun berkumandang di negeri Sabah.
Dan saya menutup sessi diskusi, para pakci shalat berjamaah diatas dan makci-nya diam dibawah. Dan anehnya, tidak ada satu pun dari mereka yang beranjak dari tempat duduknya!!!
Opss!
"Silahkan makci, pakci, adek, kakak? Mungkin ada yang mau shalat?"
Dan mereka diam seribu bahasa, nenek kakek diam. Makci-pakci saling bicara dalam bahasa mereka, adek-adek dan kakak-kakak gadisnya senyum-senyum penuh rahasia. Dan saya bertanya, setengah berbisik kepada kepala keluarga yang mengundang saya; "Pakci, mereka biasanya shalat dimana?"
"Mereka jarang shalat".
Jawabnya mengejutkan saya.
"Bagaimana mau sembuh dengan sunnah yang mulia ini sementara mereka bermaksiat kepada Allah dengan tidak shalat sama sekali?"
"Mereka memang belum terbiasa shalat 5 waktu, sesekali sahaja ustad". Jawabnya membuat saya terpukau.
Pantas saja al Qur'an ini seperti membentuk tembok!
Astaghfirullah adziim shalat mereka belum tegap 5 waktu, apalagi tepat waktu 
"Walaa yazidu dzolimiina illaa khosaro.." begitu Allah berfirman, al Qur'an itu obat bagi qalbu yang beriman saja dan bagi orang yang dzalim, maka al Qur'an ini tidak akan bermanfaat?
Al Qur'an ini hanya berefect kepadajiwa yang baik dan qalbu yang hidup. Bagi jiwa yang baik atau yang ingin menjadi baik, bagi qalbu yang hidup atau yang ingin kembali hidup, qalbu yang ingin sehat dari kesakitan panjangnya. Bagi mereka yang butuh, bukan mereka yang dzalim dan membiarkan dirinya terdzalimi ambisi dan nafsu dunia.
Salam dari Negeri Selangor,
Nai

No comments:

Post a Comment

pelatihan ruqyah juli

*PELATIHAN DAN PENGOBATAN RUQYAH SYAR’IYYAH GRATIS CITAYAM - BOJONG GEDE, CEMPAKA PUTIH - JAKPUS, BOGOR - JABAR, KEBAYORAN BARU - JAKSEL, BI...