Tuesday, July 23, 2013

Pertarungan Ustad Abu Albani vs Jin Ifrit

Bismillahirrohmanirrahim…
Dear sahabat kompasiana terkasih, kembali kami hadirkan kisah perjalanan Team Ruqyah Abu Albani di kota Gudeg-Yogyakarta Hadinigrat sebuah kota yang Istimewa dan bersejarah pada era kemerdekaan Negeri kita tercinta ini.
Pengenalan Istilah :
Jin berasal kata Jana yang artinya terhalang atau tak terlihat.
Sedangkan Ifrit merupakan salah satu jenis dari golongan jin yang memiliki kekuatan besar serta dia memiliki kemampuan untuk membunuh manusia.
Kembali pada kisah perjalanan yang telah kami alami sekitar 2 tahun yang lalu, berawal dari sebuah telepon yang kami terima dari seorang pria bernama Sudiro 60 th (bukan nama sebenarnya) dari pembicaraan tersebut dapatlah kami ambil kesimpulan bahwa beliau meminta bantuan kami untuk meruqyah anaknya sunarsih 25th yang mengalami kesurupan berkepanjangan dengan kondisi yang memperihatinkan.
Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, selanjutya kami segera berangkat dari Jakarta menggunakan kereta api Fajar Utama Jogja, setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam lamanya kami tiba di stasiun Tugu sekitar Pukul 14.30 siang.
Terjadinya keanehan-keanehan
Di ruang tunggu stasiun telah ada anggota keluarga yang bertugas menjemput kedatangan  kami, sebutlah Bapak Warsono 55 th dengan menggunakan pakaian lurik dan tutur kata yang sopan serta sambutan hangat khas budaya jogja, suasana inilah yang membuat jogja sangat istimewa dihati siapapun yang datang.
Dengan agak canggung dan suara terbata Pak Warsono berkata “Maaf pak ustad rumah kami sudah dekat dari sini,  jadi kami tidak menjemput dengan kendaraan” ungkapnya. Dan memang menurut penuturan beliau jarak antara stasiun dan rumah tujuan kami tidaklah begitu jauh, jadi kami cukup dijemput dengan berjalan kaki.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari 30 menit lamanya dan kami merasa hanya berputar-putar dijalan yang sama, Ustad Abu Albani bertanya kepada Pak Warsono “apakah sudah dekat rumah yang kita tuju Pak ?” pertanyaan kami mendapat jawaban yang cukup mengherankan “maaf pak Ustad  Saya lupa rumahnya dimana“ dengan wajah Pak Warsono yang terlihat sangat kebingungan.
Sungguh mustahil Pak Warsono yang sejak lahir dan hingga setua ini tinggal di Kota Jogja bisa lupa rumahnya sendiri.  Saat itu waktu sudah menunjukan waktu shalat ashar kami memutuskan untuk shalat ashar dan beristirahat terlebih dahulu.
Setelah selesai shalat, tiba-tiba kami bertemu seorang pemuda, sebutlah Bagus 23th. Pemuda ini mengenali Pak Warsono  dan berkata “lho pak dhe’ kok ada disini ?” . “iya le’ saya diminta menjemput pak Ustad dari stasiun tapi kok saya jadi lupa ya.. rumah saya dimana ?” kata Pak Warsono. Perjumpaan kami dengan Bagus menjadi jalan terang bagi kami untuk mendapatkan arah yang tepat menuju kerumah yang kami cari.
Dalam perjalanan  kami sempatkan bertanya kepada  Bagus apakah pak Warsono adalah orang yang pelupa dan mudah linglung sebelumnya ?.  kemudian ia menjawab bahwa Pak warsono bukanlah orang yang pelupa.
Hanya berjalan kaki  sekitar 5 menit, tibalah kami di rumah yang dituju, dan ternyata rumah yang sedari tadi kami cari sudah berkali-kali kami lewati, disini kami dapat mengambil kesimpulan bahwa ada upaya dari  “makhluk lain” yang berusaha menggagalkan usaha kami dengan menutup penglihatan dan fikiran Pak Warsono sehingga lupa dimana rumahnya.
Tepat didepan rumah Bapak Sudiro dan anggota keluarga, serta masyarakat sekitar menerima kedatangan kami, setelah beristirahat sejenak dan mendengarkan penjelasan dari Pak Sudiro mengenai kondisi terakhir sunarsih, beberapa saat kemudian kami langsung menuju kerumah untuk melakukan ruqyah.
Baru saja sekitar 10 meter kami mendekat, tiba-tiba seluruh pintu dan jendela yang ada dirumah tersebut menutup secara bersamaan dan menimbulkan suara yang sangat keras “ Brakk..Brakkk….” sehingga membuat  anggota keluarga dan masyarakat melihat kejadian tersebut lari ketakutan. Melihat kondisi yang demikian membahayakan kami pun perlu mempersiapkan strategi yang tepat guna mengindari jatuhnya korban. Mengingat kasus yang kali ini hadapi ckup berat dan berpotensi membahayakan dimana jin yang menguasai jasad ini mampu meleparkan benda-benda besar. Kemudian untuk memudahkan Peruqyah masuk kedalam rumah, kami  memberikan arahan kepada Keluarga dan Masyarakat untuk membuka pintu  dengan cara apapun meski harus mencopot Pintu atau kusen, dikarenakan sulitnya mencopot engsel maka dicopotlah kusen pintu dari bangunan.
Setelah jalan masuk tidak lag terhalang Ustad Abu Albani itu mencoba masuk kedalam rumah sedangkan seluruh anggota keluarga tidak ada yang berani untuk menemani. Seluruh ruangan kamar telah kami masuki tetapi sunarsih tidak juga di temukan, disini kembali kami tanyakan kepada keluarga, apakah benar sunarsih masih ada didalam ? dan keluarga memang yakin sekali sunarsih masih ada didalam rumah. Oleh karena itu kembali kami masuk mencari disetiap sudut ruangan, lemari, hingga kolong tempat tidur dengan teliti belum juga kami temukan keberadaan sunarsih.
Sambil sejenak berfikir diruang tamu, tiba-tiba kami merasakan ada rasa yang aneh, bulu kuduk terasa berdiri dan kepala terasa berat, kemudian kami menoleh kesegala penjuru ruang tamu dan saat kami melihat kea rah atas, sejurus kemudian telihatlah oleh kami sunarsih, pada posisi berdiri diatas plafon dengan kepala dibawah, ternyata sunarsih yang masih dalam pengaruh kesurupan itu mengikuti setiap langkah kami dari atas plafon ketika kami menelusuri seluruh ruangan rumah persis diatas kepala kami.
Kemudian sunarsih yang masih dalam pengaruh kesurupan itu berkata “pulanglah kalian atau nanti akan saya bunuh” ( dengan mata melotot kemerahan dan wajah yang menyeramkan) dengan tenang Ustad Abu Albani menjawab “ turunlah ada sesuatu  yang penting kami mau bicarakan dengan anda” kemudian sunarsih turun dan bersedia mengikuti ajakan kami untuk diajak bicara diluar rumah, metode in kami tempuh agar kami dapat leluasa untuk melakukan tindakan serta menghindari bahaya yang berpotensi ditimbulkan seperti terlempar benda-benda keras perabotan rumah atau lain-lain..
Dalam kondisi yang masih dalam pengaruh kerasukan, kami membiarkan sunarsih meracau (berbicara tidak jelas -red)  hingga lebih dari 2 jam lamanya hingga sunarsih tersadar dengan sendirinya. Melihat kondisi sunarsih yang demikian mengkhawatirkan kami pun meminta penjelasan dari pihak keluarga mengenai sebab terjadinya hingga kondisinya seperti ini, tetapi ada yang lebih membuat  kami kaget adalah pengakuan keluarga bahwa sudah ada beberapa orang yang meninggal dunia setelah menangani sunarsih. Inna lillahi.
Mengalami hal demikian sudah menjadi resiko para Peruqyah, yang pasti sebagaimanan prinsip Muslim adalah musuh janganlah dicari tetapi jika sudah ada didepan mata maka harus dihadapi.
Terkait dengan hal tersebut kami mengambil kesimpulan bahwa yang kami hadapi adalah kasus berat dan jin yang merasuk tubuh sunarsih merupakan golongan jin ifrit , yang berdasarkan riwayat yang rojih,  Jin ifrit merupakan jin yang berbahaya dan beberapa dari mereka berusaha membunuh para Nabi.  Setelah itu kami berkoordinasi dengan  pihak keluarga untuk mengikat sunarsih dengan kain agar memudahkan proses ruqyah , tiba- tiba pada saat proses pengikatan berlangsung Sunarsih kembali kerasukan dan membuat kaget keluarga yang mengikatnya sehingga mereka lari ketakutan, seketika tubuh Sunarsih terangkat keudara ( mengambang ) dan dengan sedikit hentakaan saja seluruh ikatan yang ada pada tubuh Sunarsih terputus, suasana menjadi mencekam, udara disekitar rumah menjadi kencang seperti angin puting beliung, suara gemerisik pohon disekitarnya menambah suasana menjadi sangat mengerikan.
Melihat kondisi tersebut ustad Abu Albani segera mengambil tindakan yang tepat guna menghindari korban dari pihak masyarakat dengan langkah sigap ustad segera menjatuhkan  Sunarsih yang sedang melayang-layang  dengan membacakan ayat ayat ruqyah, ketika dibacakan ayat ayat ruqyah ada hawa panas disekeliling Sunarsih, udara disekitar semakin kencang hingga beberapa saat lamanya, kemudian ustad Abu Albani terus menerus membacakan Ruqyah hingga  kekuatan sunarsih semakin lama semakin melemah hingga akhirnya ia  pun tersadar, bersamaan dengan itu suasana pun kembali tenang, setelah itu ustad Abu Albani mempersilahkan Sunarsih untuk beristirahat dan akan diruqyah kembali untuk memastikan bahwa jin tersebut telah benar benar keluar ditubuhnya. Alhamdulillah dengan Izin Allah  sunarsih dapat sembuh seperti sediakala.
Dalam menjalankan tugas untuk membantu sesama banyak hal yang kami  hadapi, baik dari pemahaman agama masyarakat yang sangat minim tentang Ruqyah-syariah, dan budaya kemusyrikan (kebiasaan memberikan sesaji/persembahan-penyembelihan binatang-sedekah bumi dst. yang dipersembahkan untuk jin-setan yang mengaku sebagai roh leluhur atau nenek moyang) sedangkan dalam Aqidah Islam setiap Ruh orang yang meninggal dunia akan kembali kepada Allah SWT dan mempertanggung jawabkan setiap apa yang telah diperbuat semasa hidupnya, jadi tidak ada ruh yang bergentayangan apalagi bisa pulang kerumah.  maka, waspadalah pada tipu daya setan yang memang mereka telah bersumpah untuk menyesatkan anak-cucu Adam.
Wallahu A’lam Bishawab….

3 comments:

  1. Saya boleh meminta nomor ustad abu albani?

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, bp ustad abu albani, maaf langsung ke pokok inti, bp ustad, saya mempunyai teman dekat, saya tidak tega bp ustad, keluarganya teman saya ini udah 10 tahun terkena guna2/sihir, cerita nya panjang bp ustad, sekiranya bp ustad bisa menolong teman saya ini, saya boleh meminta nomor bp ustad?, untuk silaturahmi dengan bp ustad, terima kasih bp ustad Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  3. Kenapa ceritanya ga tuntas ..apa memang sampai disini aja pak Ustadz?

    ReplyDelete

pelatihan ruqyah jogjakarta

*PELATIHAN DAN PENGOBATAN RUQYAH SYAR’IYYAH GRATIS  YOGYAKARYA* *Komunitas Cinta Ruqyah (KCR) Tangerang* Pemateri: _Muhammad Hafidz, dan ...